83 Tahun Gereja Kristen Pasundan

 

83 Tahun Sinode GKP: Catatan Reflektif

14 November adalah hari yg bersejarah utk GKP. Saat itu adalah momentum GKP menjadi gereja mandiri, lepas dari gereja induknya di negeri Belanda.

GKP tidak menjadi gereja suku. Ia hadir dengan komitmen pelayanan di Jawa bagian Barat. GKP terbuka untuk berbagai golongan dan melayani manusia dari berbagai lapisan.

GKP kini berkembang menjadi gereja yang inklusif dan mejemuk. Hal itu dapat dilihat di berbagai jemaat yg semakin beragam. Bukan hanya suku, tetapi juga ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial warga jemaat GKP sangatlah variatif.

Kondisi merepresentasikan apa yang Alkitab maksudkan gereja sebagai tubuh Kristus. Tubuh itu terdiri dari banyak bagian yg berbeda dengan fungsi yg juga berbeda. Tidak ada jemaat yang persis sama, kendati sama-sama bernaung dalam satu sinode yg sama. Demikian juga warga jemaat dlm satu jemaat, masing-masing mempunyai kedudukan dan fungsi yg berbeda.

Ada yg terpanggil untuk menjadi majelis jemaat, guru sekolah minggu, ada juga yg menjadi panitia tertentu. Setiap bagian berbeda-beda perannya. Ada yg aktif bekerja seperti Marta, ada yg duduk berdiam dalam doa seperti Maria. Ada yg mengajar, ada yg bernubuat, ada yg memimpin. Dan masing-masing bagian ini tidak boleh merasa diri paling. Paling berjasa, paling capek, paling tahu, paling pintar dan paling-paling lainnya di atas yang lain.

Paulus kepada jemaat di Korintus mengingatkan hal tersebut, agar jemaat bisa menyatu, tidak terpecah, dan dapat membangun dirinya dalam kerja sama yang saling menghargai dan menghormati peran masing-masing.

Paulus juga mengingatkan bahwa apa pun yg dilakukan adalah untuk pembangunan tubuh Kristus dan demi kemuliaan nama Yesus.

Sebagai gereja yang tumbuh dalam tradisi Calvinis, sudah seyogjanya spirit Calvinis juga dihayati oleh seluruh warga GKP. Bagi Calvin dan Calvinisme, hanya Allah yg berdaulat. Kita semua, termasuk gereja, berasal dari Allah dan berada untuk kemuliaan Allah. Dalam spirit ini, jemaat dan warga jemaat GKP hendaknya bertumbuh dalam kerendahan hati dan kejujuran untuk memuliakan Allah dengan segenap hidup yg dimiliki, yg tidak lain adalah karunia dari Tuhan sendiri.

Kini, GKP akan 83 tahun. Apa yg sudah kita berikan bagi GKP dan bagi Tuhan? Apa yg GKP sudah berikan untuk warga jemaat, masyarakat, Tuhan sendiri?

Sudahkah yg terbaik kita berikan?

GKP adalah kita. Kekuatan GKP, dan gereja mana pun, adalah Tuhan dan warga jemaatnya sendiri. Jika warga jemaatnya kuat, gereja itu akan kuat. Jika warga jemaatnya sukacita, gereja itu menjadi gereja yg sukacita. Jika, warga jemaatnya takut dan kuatir, gereja itu akan menjadi gereja yang takut dan kuatir. Demikian juga dengan pemimpin-pemimpin gereja, seperti pendeta, majelis jemaat, majelis klasis atau pun majelis sinode. Kita itu mencerminkan gereja kita, sebab GKP adalah kita.

Selamat memperingati 83 tahun Sinode GKP. Kiranya jemaat gereja kristen pasundan bertumbuh menjadi gereja yg sehat, penuh sukacita dan harapan, dan dapat menunaikan panggilan yg relevan bagi umat dan masyarakat.

Tuhan memberkati.

Salam,
Pdt. Hariman.

nk Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *