Allah Mau Israel, Arab dan Bangsa-bangsa Menjadi Berkat

 

Kejadian 12:3 (TB) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Ayat di atas mendadak tampil ke permukaan, khususnya bagian kalimat: “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau..” Bagian ini sering dikutip dan dijadikan pembenaran untuk mendukung Israel.

Jangankan keseluruhan perikop, apalagi keseluruhan kitab Kejadian dan Alkitab, kalimat lanjutan dari ayat tersebut, “dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”, tidak disebutkan. Padahal, lanjutan kalimat itu begitu bermakna. Kalimat lanjutan itu justru mengandung maksud Allah yang luas, seluas dan sedalam kasih-Nya bagi bangsa-bangsa.

Kalangan Kristen tertentu memang berkecenderungan membaca Alkitab secara parsial. Bahkan, pendekatannya sangat ayatiah. Mereka mencomot ayat-ayat tertentu, melepaskannya dari konteks, guna mendukung asumsi yang sudah ada di kepalanya. Akibatnya, mereka memberangus pesan asli yang hendak disampaikan oleh bagian Alkitab itu sendiri.

Memang, sudut pandang pembaca tidak bisa ditiadakan sama sekali. Namun, memaksakan suatu asumsi tertentu yang sudah menggumpal di kepala pada ayat-ayat Alkitab sama sekali tidak menolong. Malahan hal ini akan membentuk pemahaman yang bercorak fundamentalistik, yang selalu merasa bahwa dirinya yang paling benar, sebab ia telah terkungkung dengan asumsinya sendiri. Ia tidak mendengar suara dan pesan yang hendak disampaikan oleh Alkitab.

Kembali ke ayat di atas. Ayat tersebut berada dalam perikop pemanggilan Abraham. Ayat ini nanti dilekatkan juga kepada Israel. Abraham adalah nenek moyang Israel. Ia memiliki anak Ismael dan Ishak.

Dalam pemanggilan Abraham itu, Allah lalu mengikat perjanjian antara diri-Nya dengan Abraham dan keturanannya. Perjanjian itu sebenarnya adalah perjanjian yang tidak seimbang. Bagaimana tidak, Allah adalah pencipta, dan Abraham hanya ciptaan. Jadi, ikatan perjanjian ini mesti dilihat sebagai wujud kasih karunia Allah. Bukan karena Abraham atau keturunannya hebat. Semata-mata karena kasih karunia. Sola gratia.

Dalam pemanggilan itu Allah menyuruh Abraham pergi ke negeri yang akan Allah berikan. Negeri yang mana dan bagaimana, Abraham tidak tahu. Allah juga tidak memberi tahu. Mengapa? Sebab negeri itu bukan yang utama. Ketaatan dan kesetiaan Abraham mengikuti perintah Allah itu yang terutama.

Jika ayat di atas itu dibaca secara lengkap saja, maka kita akan segera temukan bahwa Abraham dipilih untuk menjadi berkat, bukan untuk membawa laknat. Keturanannya dipanggil untuk menyalurkan kasih dan bukan kutuk.

Sebagai tanda perjanjian Allah dengan Abraham maka diadakanlah sunat. Banyak orang lupa bahwa Ismael yang kemudian melahirkan bangsa Arab juga disunat. Artinya apa? Ia terhisap ke dalam ikatan perjanjian dengan Allah. Bukan hanya Ishak yang mendapatkan janji Allah, juga bukan hanya keturunanya Ishak. Keturunan Ishak ini yang kemudian menjadi bangsa Israel.

Dengan begitu, Arab dan Israel adalah saudara. Mereka adalah anak-anak Abaraham yang kepada mereka Allah berkenan memberikan berkat-berkat-Nya.

Selanjutnya, kita pun segera melihat bahwa janji Allah itu bukan hanya untuk Israel dan Arab, tetapi untuk semua bangsa-bangsa di dunia. Yesus Kristus dan pelayanan-Nya menegaskan pesan itu. Dan Petrus menangkap pesan itu dengan sangat baik. Katanya: Aku tahu sekarang, Allah tidak membedakan orang.

Dengan demikian, memuja bangsa Israel, apalagi secara berlebihan, adalah sama kelirunya dengan pemujaan berlebihan atas bangsa Arab. Bangsa Indonesia sama mulianya di mata Tuhan dengan kedua bangsa itu. Demikian juga dengan bangsa-bangsa lain, sama-sama mulia.

Karena itu, yang mesti dilakukan adalah karya-karya yang memuliakan manusia. Artinya, meninggikan derajat kemanusiaan, bukan membunuh, menebar fitnah dan benci atas nama Allah. Tindakan-tindakan negatif dan merusak ini justru bertentangan dengan janji yang Allah sudah ikat dengan Abraham dan seluruh umat manusia.

Baik Israel, Arab, maupun bangsa-bangsa lain dipanggil untuk menjadi saluran berkat.

#PrayForIsraelPalestinaIndonesia

(HP)

nk Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *