Renungan : Mau Dong Diingat!!

 

 

Lalu ia berkata: “Yesus ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja”

(Lukas 23: 42)

 

Senang rasanya bila kita diingat dan dikenang. Apalagi kalau diingat karena sebuah karya bersama. Diingat karena prestasi yang membanggakan. Atau, dikenang karena membuat sesuatu yang berguna bagi banyak orang. Saya yakin, kita semua pasti ingin dikenang karena budi baik atau teladan yang kita wariskan.

Di negara kita ada hari pahlawan yang dibuat khusus untuk mengenang mereka yang mau berkorban demi kepentingan negara dan bangsa. Ada pula hari ibu di mana kita mengingat dan mengenang cinta serta pengorbanan dari setiap ibu kita, yang dengan darah dan peluh, cinta dan kesetiaan, telah membesarkan dan mendidik kita. Andai saja para pahlawan dan ibu kita itu mengetahui bahwa ada hari dan cara khusus yang kita buat untuk mengenang mereka, maka tentulah mereka akan senang dan bangga, sekalipun pada masanya mereka berjuang tanpa mengharap balas jasa. Siapa yang tidak senang bila diingat dan dikenang?

Bayangkan sekarang bagaimana bila seorang penjahat diingat oleh Yesus? Seorang penjahat diingat oleh Tuhan. Hemat saya, tidak ada lagi kebahagiaan yang lebih besar dari pada kebahagiaan yang dirasakan oleh si penjahat ini. Sebab, pantas bila ia mati. Layak baginya untuk dihukum. Namun, jika ia diingat oleh Tuhan, itu berarti ia mendapatkan anugerah. Ia memperoleh sesuatu yang tidak sepatutnya ia dapatkan. Tentu saja hal ini akan menjadi kejutan yang sangat membahagiakan untuknya.

Lantas, di menit-menit terakhir, tatkala ajal sudah di ujung hidung, sang penjahat itu pun mencoba peruntungan. Ketika harapan sepertinya sudah sirna, ia berpaling kepada Yesus dan berkata: “Yesus, ingatlah akan aku ketika Engkau datang sebagai Raja.” Penjahat ini memiliki pandangan yang berbeda dari pandangan penjahat lain dan orang banyak mengenai Yesus. Ia tidak melihat Yesus sebagai sesama penjahat yang harus mati tersalib akibat kejahatan yang dilakukan sendiri. Justru ia melihat Yesus sebagai seorang yang kelak akan datang sebagai Penguasa, sebagai Raja yang akan memerintah dengan keadilan-Nya. Karena itu, dalam kehinaannya sebagai seorang penjahat, ia memohon kepada Yesus agar dirinya diingat. Mengingat di sini bukan supaya nanti ia dihukum Yesus. Namun, ia memohon belas kasihan dari Yesus Raja supaya diluputkan dari penghakiman.

Merespon permintaannya, Yesus berkata: “hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Bukan nanti, tetapi hari ini. Ya, hari ini juga, kata Yesus kepada si penjahat itu. Sekarang juga ia memperoleh kelepasan. Penjahat itu mendapatkan kebebasan batin dan jiwa. Ketakutan akan penghukuman ditanggalkan. Di hatinya kini menetap sebuah ketenangan dan kebahagiaan. Firdaus adalah kebahagiaan karena mendapatkan kasih karunia Tuhan. Yesus mengingatnya, maka ia pun selamat. Salib yang ia terima tidak lagi menakutkan, sebab kini sudah ada Yesus yang bersama-sama dengan dia.

Berbeda dengan penjahat itu, kita saat ini mungkin masih memiliki waktu yang panjang. Kita masih mendapatkan kesempatan untuk berbuat. Pertanyaannya, perbuatan macam apa yang  sudah dan akan kita lakukan? Bila kita ingin berada bersama dengan Yesus di Firdaus, maka jangan menunggu nanti. Yesus tidak memberikan jawaban nanti, melainkan Ia berkata sekarang. “Hari ini engkau sudah bersama dengan Aku di Firdaus.”

Karena itu, sekarang juga kita perlu meletakan ketakutan kita. Kita harus melepaskan segala sesuatu yang menyandara kita. Tabiat dan kebiasaan buruk yang menyalibkan kita mesti ditanggalkan, agar kita dapat melangkah dengan tenang-bahagia, sembari mengukir karya terbaik sesuai dengan kesempatan dan kemampuan yang Allah dalam Yesus Kristus sudah berikan kepada kita.

Waktu-waktu yang masih akan kita jalani biarlah menjadi waktu-waktu di mana Yesus dapat mengingat kita dengan senyuman. Mau kan diingat oleh Yesus?

admin Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *