Memberitakan Injil Kerajaan Allah

 

“Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus. ”

(Lukas 4: 43)

 

Mengapa saya ada dan untuk apa saya ada? Pertanyaan ini sederhana dan biasa. Begitu biasa dan sederhana, sampai-sampai orang sering mengabaikannya. Padahal, pertanyaan ini adalah pertanyaan eksistensial yang tak boleh diabaikan. Artinya, pertanyaan ini terkait erat dengan keberadaan kita sebagai seorang pribadi, terlebih sebagai seorang pribadi Kristen. Mengabaikan pertanyaan ini berkonsukuensi pada kehilangan arti dan makna kehidupan yang hakiki. Bisa saja kita hidup dan bergiat dengan berbagai aktifitas rutin di setiap hari. Akan tetapi, mengapa saya melakukan hal itu atau ini dan untuk apa? Apakah yang saya lakukan telah sungguh-sungguh mencerminkan iman  akan Kristus? Semua ini tak lagi kita sadari dan hayati.

Dalam Injil Lukas 4: 42-44, penulis mencatat kisah perjalanan dan pekerjaan Yesus. Banyak orang berusaha untuk menahan Yesus. Mereka ingin “memiliki” Yesus, dalam artian membatasi Yesus dalam ruang mereka saja. Mereka tidak ingin Yesus pergi ke mana-mana, keluar dari wilayah mereka. Akan tetapi, Yesus berkata kepada mereka bahwa Ia harus pergi ke kota-kota lain. Ia harus menjumpai orang lain. Mengapa Yesus memberikan respon seperti itu?

Mungkin kita berpikir, seandainya saya menjadi Yesus, lebih baik saya tinggal menetap di satu wilayah. Apalagi, orang-orang yang dalam wilayah itu menyukai saya. Saya dapat menikmati kebersamaan dan kenyamanan hubungan dengan orang-orang yang menyukai saya. Bukankah hal tersebut jauh lebih menyenangkan?

Anehnya, Yesus tidak berpikir dan bertindak seperti itu. Yesus memilih untuk pergi, melangkah dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa? Hal tersebut karena Ia menyadari siapa Dia dan untuk apa Dia ada? Dengan tegas dan jelas Ia katakan bahwa Ia ada untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Yesus memahami dan menghayati diri-Nya sebagai agen Kerajaan Allah. Karena itulah Ia berkeliling untuk menyapa umat di berbagai tempat. Ia mau menyatakan Kerajaan Allah bagi segenap manusia, agar manusia dapat melihat dan merasakan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka.

Dengan kesadaran akan siapa Dia dan apa yang menjadi tugas perutusan-Nya, Yesus menjalani kehidupan dan mengabdikan hidup-Nya secara total untuk amanat tersebut. Ia menepis permintaan orang-orang yang berusaha untuk menahan-Nya, karena Ia datang bukan untuk mereka saja, tetapi untuk semua orang. Siapa pun dia, apapun warna kulit dan suku-bangsanya, berhak untuk melihat dan merasakan lawatan Allah di dalam Yesus Kristus. Mereka berhak untuk menikmati kasih, menghidupi kebenaran, dan hidup dengan baik dan adil.

Sebagai pribadi atau pun persekutuan yang bernama gereja, kita pun tidak bisa membatasi kasih Kristus dalam ruang gereja kita saja. Kita tidak bisa menikmati kasih Kristus secara pribadi, dan berpikir bahwa kasih itu adalah hak eksklusif kita. Sebagai orang percaya, kita mesti melanjutkan semangat hidup dan karya Yesus Kristus. Sebab, kita ada adalah untuk memberitakan Kerajaan Allah.

Misi memberitakan Kerajaan Allah adalah misi kita, baik sebagai pribadi orang percaya, keluarga, maupun kita sebagai gereja. Mengapa kita ada dan untuk apa kita ada? Kita ada sebagai agen-agen Kerajaan Allah. Karena itu, tanda-tanda Kerajaan Allah mesti kita hadirkan dalam kehidupan kita, di mana pun kita ada. Kita harus menyatakan kasih yang sudah kita terima dari Allah dalam Yesus Kristus. Kita tidak bisa membatasi kasih itu secara eksklusif pada dan untuk diri kita saja. Tunjukkanlah kasihmu dengan memberitakan Injil Kerajaan Allah di mana saja engkau berada (Bd. Efesus 4: 2). Amin.

admin Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *